Kembali

DEMO TAMBANG PASIR

Kerusakan alam menyebabkan banyak sumber air dilereng gunung merapi mati. Diperkirakan llima tahun lagi warga kawasan itu membeli air, hal itu dikemukakan Ketua Komunitas Jogo Merapi wilayah Dukun edi Sulistiyono. Menurut dia faktor penambangan yang tidak terkendali dan tidak diatur dengan baik membat fungsi hutan gunung merapi sebagai kawasan resapan air tidak bisa berfungsi maksimal.
Anggota Tim Advokasi Komunitas Jogo Merapi Rachmad Hendro Saputro SH  mempertanyakan sikap Bupati magelang dan kapolres Magelang dalam penanganan penambangan di kawasan lereng merapi. Diungkapkan kini para petani sudah mulai kesulitan mendapattkan air untuk untuk mengairi lahan pertanian mereka. Koordinator Jogo Merapi Muhammad Hendratno (Gus Hendrat) juga menilai razia terhadap para penambang hanyalah sandiwara besar. Ia mengkritik para penambang alat berat yang tertangkap tidak diproses samapai ke pengadilan. Alat berat yang digunakan bahkan hanya ditahan beberapa hari kemudian dilepas dan beroperasi lagii, Kalau rakyat kecil salah dupastikan masuk penjara. Jabatan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban Allah SWT. Orasi ini berlangsung pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2016 di perempatan jalan Sayangan – Talun Kecamatan Muntilan, dengan pengawalan ketat dari aparat Polsek Muntilan, Koramil 14 Muntilan, Satpol PP Kabupaten Magelang dan Aparat Polres Magelang demo berlangsung aman dan terkendali.(Dok. H66-32) & (Dok. Seklur Mtl)