
Meskipun sederhana namun acara yang digagas oleh Bp. Herry Subtastawa (penggiat lingkungan) beserta tokoh masyarakat Kauman tersebut mendapat sambutan besar dari masyarakat. Terbukti walau undangan disebar hanya melalui akun WhatsApp, namun yang hadir berpartisipasi lebih dari 150 orang. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, antara lain berasal dari Paguyuban PKL, Paguyuban Lapak, Komunitas Sunmor, Paguyuban SSB Muntilan United, Forum DAS Progo, KB PII Kab. Magelang, MLH PD Muhammadiyah Kab. Magelang, STPMD APMD Yogyakarta, KSU Darmo Warih Tirto Lestari, guru dan santri Ponpes Al Iman Muntilan, relawan FPRB Kec. Muntilan, LPBK Kel. Muntilan, Lurah Muntilan & Kades Sedayu, anggota Koramil dan Polsek Muntilan serta unsur BPBD. Sedangkan teman-teman dari DLH Kab. Magelang hadir dengan peralatan lengkap dipimpin oleh Bapak Joni Budi Hermanto S.I.Pem,MM, Kepala Bidang Pengelolaan keanekaragaman hayati dan kearifan lokal lingkungan hidup.
Acara dimulai pagi pukul 09:00 WIB, dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan serangkaian sambutan. Lurah Muntilan (Handai Fatah Z., S.Sos.) menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi. "Kegiatan ini sangat sesuai dengan visi misi dan program unggulan yang diusung oleh pasangan bupati dan wakil bupati kita yang baru. Visi pemerintah kabupaten kita sekarang adalah Magelang Anyar Gress. Merupakan singkatan dari cita-cita menjadikan Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera. Kegiatan ini juga sesuai dengan Misi ke 5 yakni Meningkatkan upaya pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan dan tanggap terhadap bencana. Dan kegiatan ini juga sangat sesuai dengan program unggulan kita sekarang, yang terkenal dengan istilah Sapta Cita, khususnya cita ke 7 yaitu Lestari Alame"
Herry Subtastawa, mewakili Panitia menyampaikan ajakan agar kita semua dapat selalu berusaha menciptakan Lapangan Pemda (Pasturan) selalu menjadi RTH yang bersih, hijau dan indah.
Usai acara sambutan, dilanjutakan dengan kegiatan penanaman 60 bibit pohon penghijaun di sepanjang sisi Utara lapangan.

Bumi adalah rumah kita. Saatnya menjaga dan merawatnya. Muai dari langkah kecil untuk perubahan besar. Tanam pohon untuk masa depan