Kembali

PAGUYUBAN GEJOG LESUNG NGLARAS ATI JAGALAN MUNTILAN

Pada hari Minggu, 15 Mei 2016 yang lalu di kampung Jagalan RW 6, Kelurahan Muntilan ada peristiwa yang patut untuk diketahui bersama. Pada tanggal tersebut, diresmikanlah sebuah paguyuban seni tradisional gejog lesung yang bernama NGLARAS ATI. Paguyuban ini dibentuk dalam rangka nguri-uri budaya daerah khususnya budaya para petani masa lampau. Gejog lesung memang merupakan sebuah bentuk keseniaan rakyat yang muncul di antara kehidupan para petani. Konon kabarnya, di sela-sela kegiatan menumbuk padi, para petani memanfaatkan lesung sebagai alat musik mengiringi lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Oleh karena itu kesenian ini sangat erat kaitan dengan kehidupan para petani.
Atas dasar itulah, paguyuban ini dibentuk. Bukan hanya sekedar berkesenian namun sebagai wujud perhatian kepada para petani dengan menghidupkan kembali budaya mereka. Paguyuban Gejog Lesung Nglaras Ati ini merupakan rangkaian aktivitas gerakan peduli petani lestari. Maksud dari gerakan ini adalah memunculkan dan menghidupkan kembali pola tanam yang ramah lingkungan. Maka paguyuban ini pun bertempat di gubug kebun pertanian organik Pastoran Sanjaya Muntilan. Kebun yang berada di sebidang  tanah kira-kira luasnya 2000 m2 ini sudah selama 6 tahun digarap secara ramah lingkungan/oraganik. Nama yang dipilih untuk Paguyuban Gejog Lesung ini pun mengandung makna gerakan kelestarian lingkungan.
NGLARAS ATI tidak lain akronim dari NGUDI LARASING RASA AMEMETRI LESTARINING BUMI. Nama tersebut mau menyampaikan pesan bahwa lestarinya bumi ini hanya bisa dicapai jika ada keselarasan hati antara sesama manusia dan manusia dengan alam. Hal tersebut tidak akan terwujud dengan sendirinya, akan tetapi membutuhkan upaya terus menerus dari setiap pribadi.
Paguyuban ini terbuka bagi siapapun ayang ingin bergabung. Jadwal latihan rutin setiap hari Kamis pukul 14.00 – 17.00. Sementar ini sudah ada 25 orang yang bergabung, baik sebagai penabuh lesung, kotekan, gendang maupun vocal. Demi lestari dan berkembangnya paguyuban ini, mohon doa restu dan dukungannya dari berbagai pihak.  (Romo Issri Purnomo)