
Tim penilai Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) dari pusat, Senin (08/8) pagi hingga siang, melakukan penilaian tahap akhir (P3) tentang ketertiban lalulintas di wilayah kota Muntilan. Penghargaan WTN merupakan piala yang diberikan oleh Pemerintah RI dalam hal ini Kementerian Perhubungan, dengan kategori kota yang memliki ketertiban berlalulintas.
“Mereka tidak hanya menilai tentang lalulintas saja, tetapi juga faktor pendukungnya,” ungkap Ismu Kuswandari, S Sos, selaku Kepala Dishub Kabupaten Magelang.
Wilayah Kota Muntilan yang diikutkan penilaian WTN sebanyak 3 titik ruas jalan. Diantaranya ruas Jl dr. Sutomo, Jl. Veteran dan Jl. Tambakan.
Dimana jalan yang dinilai itu harus tertib dalam berlalulintas, serta tertib pendukungnya seperti di trotoar tidak ada PKL yang memakai jualan. Demikian juga untuk standar trotoar mendukung, di pinggir jalan tidak adanya parkir yang tidak pada mestinya.Ibu Ismu panggilan akrab Ismu Kuswandari, S Sos, juga mengatakan bahwa ketertiban itu mulai dari lalulintas juga para awak sopir angkutan, mereka harus berseragam.
Demikian juga dengan jukir (juru parkir) mereka juga harus memakai atribut resmi yang di keluarkan Dishub. Bahkan yang paling penting adalah peran serta masyarakat dalam berlalulintas, karena mereka juga dituntut untuk tertib di jalanan saat berkendara.
Hari Selasa pagi bertempat di Ruang Rapat Bina Karya diadakan paparan tim penilai WTN Kemnetrian Perhubungan Pusat dan Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri langsung leh Bupati Magelang, kapolres Magelang, Kepala Pengadilan dan SKPD trkait serta Kepala Desa terkait.Pada dasarnya penilaian WTNdi Kota Muntilan sudah bagus dibandingkan keadaan tahun 2015 lalu dan untuk nilai masuh digodok tim WTN Pusat dan Provinsi Jawa Tengah.