

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Bagian Kesra Kabupaten Magelang (Bambang Mardjono) bertujuan agar undangan mengetahui tentang bahaya penyakit menular, diharapkan nanti setelah acara ini Lurah / Kepala Desa, Ketua PKK dan pengerak kesehatan Kelurahan / Desa agar memberikan pengertian dimasing masing wilayah kelurahan / desa.Sosialisasi Bahaya Penyakt Menular ini dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang (Dwi Susetyo, SKM, M Kes) Kepala Seksi Surveilans dan Penanggulangan KLB, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Dengan memberikan paparan tengang Bahay Penyakit Demam berdarah Dengue (DBD) :
• Penyakit menular, sering menimb. wabah dan menyebabkan KLB dan kematian.
• Disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti & Aedes albopictus.
• Gejala awal demam yang mendadak serta timbulnya tanda dan gejala klinis yang tidak khas.
• Panas tinggi 2-7 hari, nyeri perut (ulu hati), perdarahan bintik-bintik merah di kulit atau mimisan, gusi berdarah atau lebih parah lagi muntah darah dan berak darah, serta ada tanda=tanda syok seperti lemah, kulit dingin, basah, tidak sadar.
• Obat belum ada, vaksin untuk pencegahannya juga belum ada, sehingga satu-satunya cara untuk memberantas penyakit ini adalah dengan memberantas jentik & nyamuk Aedes
• Terutama menyerang anak (<15tahun) namun saat ini terdapat kecenderungan menyerang orang dewasa.
Epidemiologi DBD :
Di Indonesia, KLB DBD sering terjadi pada saat perubahan musim dari kemarau ke hujan atau sebaliknya.
Hampir sebagian besar wilayah Indonesia endemis DBD.
KLB DBD dapat terjadi di daerah yang memiliki sistim pembuangan dan penyediaan air tidak memadai, baik di perdesaan maupun perkotaan.
Serangan DBD sering terjadi pada daerah yang padat penduduk dan kumuh (slum area)
Berdasarkan data yang ada dapat diidentifikasi terjadinya peningkatan frekuensi serangan setiap 3-5 tahun sekali dengan jumlah penderita yang lebih besar.
Walaupun risiko kematian diantara penderita DBD (CFR) semakin menurun tetapi jumlah kematian DBD (angka kematian) semakin meningkat. .
Etiologi, Masa Inkubasi, Gejala, Sumber Dan Cara Penularan DBD :
Terdapat 4 tipe virus dengue D1, D2, D3 dan D4, termasuk famili flaviviridae. Di Indonesia yang terbanyak adalah tipe virus D3.
Masa inkubasi ekstrinsik merupakan periode waktu perkembangbiakan virus dalam kelenjar liur nyamuk sampai dapat menularkan pada manusia yang berkisar 8 – 10 hari.
Masa inkubasi intrinsik merupakan periode waktu perkembangbiakan virus didalam tubuh manusia sejak masuk sampai timbulnya gejala penyakit yang berkisar 4 - 6 hari.
Gejala KLINIS DBD :
Panas tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung selama 2 – 7 hari, kadang-kadang bifasik (2 episode demam yang berbeda), disertai timbulnya gejala tidak ada nafsu makan, mual, muntah, sakit kepala, nyeri ulu hati dan tanda-tanda perdarahan berupa bintik merah dikulit (petekia), mimisan, perdarahan pada mukosa, perdarahan gusi atau hematoma pada daerah suntikan, melena dan hati membengkak.
Tanda perdarahan yang tidak tampak dapat diperiksa dengan melakukan tes Torniquet (Rumple Leede).
Adanya peningkatan kadar hematokrit (hemokonsentrasi) dan/atau hipoproteinemia (hipoalbuminemia) dan pemeriksaan radiologis adanya efusi pleura atau ascites.
Pada panas hari ke 3 – 5 merupakan fase kritis dimana pada saat penurunan suhu dapat terjadi sindrom syok dengue. Panas tinggi mendadak, perdarahan dengan trombositopenia 100.000/µl atau kurang dan hemokonsentrasi atau kenaikan hematokrit lebih dari 20 % cukup untuk menegakkan diagnosis klinis demam berdarah dengue.
Sumber dan cara penularan dbd :
Manusia tertular melalui gigitan nyamuk Aedes yang telah terinfeksi virus dengue,
Sebaliknya nyamuk terinfeksi ketika menggigit manusia dalam stadium viremia. Viremia terjadi pada satu atau dua hari sebelum awal munculnya gejala dan selama kurang lebih lima hari pertama sejak timbulnya gejala.
Terdapat 2 jenis vektor, yaitu Ae. aegypti dan Ae. albopictus. Ae. aegypti merupakan vektor utama.
TEMPAT POTENSIAL TERJADI PENULARAN DBD :
• Wilayah yang banyak kasus DBD (endemis)
• Tempat-tempat umum berkumpul banyak orang dari berbagai wilayah (Pasar, Sekolah, Terminal, RS dll.
• Pemukiman mobilitas penduduk tinggi
NYAMUK PENULAR DBD :
Nyamuk Aedes Aegypti dewasa : ukuran agak kecil, warna hitam, bintik-bintik putih pada bagian badan dan kaki.
TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN :
• Tempat perkembangbiakan utama adalah tempat-tempat penampungan air berupa genangan air yang tertampung disuatu tempat/ bejana dalam rumah atau luar rumah tidak lebih 500 m.
• Nyamuk tidak dapat berkembang biak digenangan air yang langsung berhubungan dengan tanah.
CARA MEMBERANTAS NYAMUK PENULAR DBD :
Pemberantasan Jentik : PSN DBD
• Fisik 3 M
• Kimia abatisasi
• Biologi ikan
Pemberantasan Nyamuk Dewasa fogging diikuti PSN.
PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE (PSN DBD) :
• Tujuan mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti sehingga penularan DBD dapat dicegah atau dikurangi
• Sasaran Semua tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD (tempat penampungan air)
• Ukuran keberhasilan adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) >95% (setiap 20 rumah maks 1 rumah positif jentik)
TUJUAN FOGGING :
• Membunuh Nyamuk Aedes sebagai vektor (perantara) penyakit DBD
• Memutus mata rantai penularan penyakit DBD
LANDASAN FOGGING :
• ADA INDIKASI SUDAH TERJADI PENULARAN DBD OLEH NYAMUK LOKAL
HASIL ANALISA PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI :
1. Ada kasus positif DBD diagnosa RS/Dokter
2. Ada kasus tambahan DBD atau ada 3 penderita panas tanpa sebab yang jelas
3. Banyak ditemukan jentik (HI > 5 %) pemeriksaan 100 rumah ditemukan 5 rumah positif jentik.
PERTOLONGAN PERTAMA :
1. Memberi minum sebanyak-banyaknya. Minuman berupa :
- air putih boleh dibubuhi gula atau oralit
- susu (jangan susu coklat)
- air kelapa / jus jambu
- kuah sop / kaldu
2. Memberi obat penurun panas
3. Kompres
4. SEGERA BAWA KE SARANA YANKES
(Dok. Seklur Mtl)